Thursday, July 29, 2010

Nabaz's Property

Our life, Our Passion & Our Dreams

Meraih mimpi-Film animasi Indonesia

Posted by basrul On September - 13 - 2009

Meraih mimpiMeraih Mimpi” judulnya. Sebuah film animasi musikal yang diproduseri oleh Nia Dinata, karya Phil Mitchell produksi Infinite FrameWorks Studios (IFW) Indonesia yang studionya berada di Turi Beach, Nongsa-Batam. Inilah film animasi musikal pertama yang digarap keroyokan oleh ratusan pekerja seni komputer grafis terbaik Tanah Air. Hasilnya, sebuah film berjudul Meraih Mimpi yang bakal diputar serentak mulai tanggal 16 September pekan depan. Diadaptasi dari sebuah novel berjudul “Sing To The Dawn” karya Minfong Ho seorang penulis novel asal Singapura yang menetap di New York. Tayangan perdananya sudah dilakukan saat penutupan event bergengsi Festival Film International KidsFfest Indonesia 26 Juli 2009 yang lalu, dan telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Timur Tengah, Malaysia hingga Rusia. Rencananya bulan September mendatang juga akan ditayangkan diseluruh bioskop Indonesia.

meraih mimpi
Mungkin anda bertanya-tanya dalam hati, apa sih keistimewaan film animasi yang proses produksinya memakan waktu hingga dua tahun itu?
Jika melihat Trailernya, hasilnya memang patut diacungin dua jempol. Hal itu dapat dilihat dari keunikan animasinya. Buktinya salah satu perusahaan film asing berminat membeli hak siar film “Meraih Mimpi“. Keunikannya adalah Film ini merupakan animasi 3D musikal berlatar belakang 2D.

Sebagai sebuah film musikal, tak heran jika film garapan sutradara Phil Mitchel ini melibatkan sederet penyanyi yang namanya sudah cukup dikenal, yaitu Gita Gutawa, Patton ‘Idola Cilik’, dan Shanty. Selain, itu ada nama-nama lain seperti Surya Saputra, Cut Mini, Indra Bekti, Uli Hedinansyah, Ria Irawan, Jajang C Noer, dan Tike Priatnakusumah.

Uniknya, meski dikerjakan tenaga disain grafis Indonesia plus sejumlah bintang Tanah Air, film hasil kolaborasi Kalyana Shira Films dengan Infinite Frameworks (IFW), sebuah perusahaan studio animasi di Batam ini aslinya dibuat dalam bahasa Inggris Singapura. Karena itu film ini lebih dulu diputar di negeri jiran itu dengan judul Century Down sebelum kemudian disajikan pada masyarakat Indonesia.

“Untuk membuat sebuah film animasi memang tidak mudah karena biayanya sangat besar. Dan kita patut bersyukur ada lembaga dari Singapura yang bersedia memasok dana untuk film buatan anak bangsa ini,” kata Surya Saputra, pemeran tokoh Pairot di film Meraih Mimpi saat promo film itu di Studio XXI Plasa Tunjungan, Sabtu (5/9).

Karena itu pula, Surya Saputra mengaku sempat mengalami kesulitan saat dubbing tokoh di Meraih Mimpi yang memang dibuat bertutur bahasa Inggris Singapura. “Kesulitannya adalah film ini awalnya digarap dalam bahasa Singapura-Inggris. Jadi banyak gerakan bibirnya tidak bisa sama dengan ucapan bahasa Indonesia,” tuturnya.

Untung, sebelum dilakukan pengambilan suara, seluruh artis pengisi suara memperoleh vocal coach dan menjalani proses reading sehingga praktis satu bulan pengisian suara baru tuntas. “Kalau dalam pembuatan film biasa kita dituntut menampilkan karakter lewat suara dan gerakan tubuh, di film animasi ini kita harus total menguras kemampuan untuk menampilkan karakter tokoh lewat suara,” ungkap Surya.

Dikisahkan, seorang gadis bernama Dana (suaranya diisi Gita Gutawa), adalah anak perempuan yang terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya. Keluarga Dana juga harus menghadapai dominasi penguasa tuan tanah yang membebani mereka dan seluruh warga kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan.

Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana jadi unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasisiwa untuk melanjutkan sekolahnya ia dapat berjuang melawan ketidak adilan ini.

meraih mimpi
Ditemani dengan binatang-binatang hutan, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitas sebenarnya. Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan. Keluarga ini juga tak berhenti berjuang untuk meraih mimpi mendapatkan hidup yang lebih baik

Film animasi untuk semua kalangan ini sarat dengan pesan moral yang memberikan arti pentingnya semangat untuk meraih sebuah impian atau cita-cita. Berkisah tentang dunia anak-anak dan pendidikan, yaitu kakak beradik yang memiliki impian atau cita-cita untuk mendapatkan beasiswa dengan kecerdasan mereka. Dan penuh petualangan saat mempertahankan kampung mereka dari kontraktor yang mencari keuntungan pribadi. Dimana rencananya kampung mereka akan dijadikan sebuah kawasan perjudian. Selain itu , film ini juga sarat petualangan yang seru dengan binatang-binatang penghuni hutan di sekitar kampung tempat mereka tinggal.

Penasaran seperti apakah filmnya? Jangan sampai Anda lewatkan film animasi yang satu ini! Karena di film ini Anda dapat melihat betapa kreatifnya anak-anak bangsa yang dapat menciptakan sebuah film animasi keren namun sekaligus terdapat unsur edukatif. Disamping itu sejumlah artis beken seperti Gita Gutawa, Patton (idola cilik), Ria Irawan, Indra Bekti, Cut Mini dan Uli Herdiansyah juga turut ambil bagian sebagai (dubber) pengisi suara dalam film yang menyedot biaya produksi US$ 5 juta ini. Wait and see lah ya… penayangannya di bioskop bulan September 2009.

Selengkapnya di:

Website Infinite FrameWorks Studios
Website & Trailer Meraih Mimpi

Popularity: unranked [?]

1 Response

  1. basrul Said,

    Phew

    Posted on September 13th, 2009 at 5:51 pm

Add A Comment