Friday, September 3, 2010

Nabaz's Property

Our life, Our Passion & Our Dreams

Archive for October, 2009

Pinjaman Bernilai 86.400 Detik

Posted by dina On October - 31 - 2009

time is moneyAndai saja setiap pagi bank memberi Anda pinjaman uang sebesar Rp.86.400,- dan Anda diberi kebebasan untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan?

Memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya manfaatkan untuk apa saja.

Artikel singkat yang belum lama ini beredar di sebuah milis mengungkapkan bahwa kita semua memiliki bank seperti itu, yaitu ‘waktu’. Setiap pagi, ia (waktu) akan memberi Anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga.

Tidak ada tambahan dan tidak ada ‘uang muka’ untuk pinjaman esok harinya. Jadi gunakan waktu Anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.

Agar tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu sebulan, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayinya secara prematur.

Agar tahu pentingnya waktu sehari, tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan pada hari ini.

Agar tahu pentingnya waktu semenit, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu satu mili detik, tanyakan pada paeraih medali perak cabang renang di olimpiade.

Jika tahu jawabnya, Anda akan merasakan betapa berharganya 86.400 detik yang alam semesta berikan kepada kita secara gratis namun selama ini kita sia-siakan.

Popularity: unranked [?]

Walt Disney – Membangun Kerajaan Hiburan Keluarga

Posted by basrul On October - 30 - 2009

Walt disney The Wonderful World of Disney dan merupakan gambaran seseorang yang telah berhasil mencapai segala sasaran cita-citanya. Kehidupan Walt Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya. Barang siapa ingin suskes, harus bekerja berat, pantang menyerah, dan lebih mengikuti kegandrungan. Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya, Flora Call, adalah wanita Jerman, sedangkan ayahnya, Elias Disney, seorang keturunan Irlandia Kanada

Namun ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walt Disney gagasan bekerja sendiri terutama karena ia telah mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu. Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan. Disney, bersama dengan seorang teman, Ube Iwerks, mendirikan agen seni periklanannya yang pertama. Pelanggannya yang pertama adalah suatu rangkaian restoran. Disney dan temannya berhasil membuat kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di bangunan restoran baru itu tanpa membayar sedikit pun. Sebagai imbalan, mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran itu.

Di samping bekerja untuk memenuhi kontrak ini, mereka bebas untuk mengerjakan proyek lain. Untuk menarik pelanggan, Walt merancang suatu rencana khusus. Ia akan pergi ke suatu toko atau perusahaan dan mencari tahu apakah mereka mempunyai suatu bagian seni. Orang yang memegang pimpinan mungkin menjawab bahwa bagian itu tidak diperlukan. Lalu Walt akan menawarkan jasanya atas dasar freelance, hubungan lepas. Kalau perusahaan itu tidak mempunyai pekerjaan yang harus dikerjakannya, tidak apa-apa. Tetapi kapan pun ada pekerjaan semacam itu yang harus dikerjakan, Walt dan temannya siap memberikan jasanya. Dalam waktu singkat, cara kerja semacam itu memungkinkan Walt dan temannya menabung cukup banyak uang yang tak mungkin dikumpulkannya andaikan mereka bekerja pada satu perusahaan saja.

Bisnis ini tampak memberikan harapan besar, tetapi pada suatu hari Walt menemukan suatu iklan dalam koran yangmenyatakan bahwa Kansas City Film Ad Company memerlukan seorang kartunis. Ia menghadapi dilema: Apakah ia akan mempertahankan bisnisnya dengan Ube atau akan mencoba memenuhi impian sejak masa kanak-kanaknya untuk membuat animasi kartun? Sekali ia telah menguasai kemahiran baru, tak ada yang akan menghalangi dia memulai usahanya sendiri kembali.

Pertimbangan ini mendorong dia memberatkan menerima pekerjaan itu. Pada tahun 1920, Disney akhirnya memasuki dunia animasi kartun. Ia akan segera menciptakan sebuah nama bagi dirinya di bidang itu, dan tokoh-tokoh perannya akan menjadi populer di seluruh dunia.

KC Film Ac Company memegang tanggung jawab atas segala aspek iklan film dan tak berapa lama menyadari kemampuan kartunis muda ini. Tak lama sesudah mulai, Walt diberi tugas membuat poster seorang pria yang mengenakan topi menurut mode mutakhir. Walt menggambar poster itu, tetapi hidung orang itu digantikan dengan gambar bohlam! Ketika poster itu ditampilkan di layar, bos berseru: “akhirnya muncul sesuatu yang baru di tempat ini: Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik ini.”

Keorisinilan dan visi Walt tentang barang-barang di sekelilingnya membuat beberapa teman dan atasan kurang senang. Mereka sebenarnya iri dan menganggap dia pengacau. Oleh sebab itu, mereka tidak mau membiarkan dia mencoba suatu teknik baru untk menyempurnakan kartun-kartunnya. Ia mempunyai gagasan cemerlang membuat beberapa lukisan dan seluloid, lalu memotretnya dan menumpuknya dan akhirnya memfilmkannya. Pimpinan tidak mau mendengar hal semacam itu. Mereka merasa bahwa cara kerja mereka yang lama sudah cukup memberikan hasil sampai saat itu. Mereka tidak melihat alasan untuk mengubah teknik-teknik mereka, karena dengan cara itu pun para pelanggan sudah puas. Walt Disney tahu bahwa dia benar. Setelah berbulan-bulan membujuk bosnya, Walt akhirnya diperbolehkan membawa pulang salah satu kamera perusahaan untuk melakukan beberapa percobaan. Sejak saat itu, Walt Disney tidak pernah lagi berpaling ke belakang.
Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, ia mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasilnya kepada seorang pemimpin bisokop terkenal. Orang itu sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan teknik film Walt sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop.
Pada mulanya kartun-kartun ini dimaksudkan untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar selama selang waktu. Walt menyebut film-film itu “Laugh-O-Grams.” Film-film kartun Walt disenangi penonton dan sejak itu di Kansas City Walt Disney tidak lagi diejek sebagai si orang muda eksentrik” tetapi disegani. Gajinya naik. Dalam waktu singkat Disney menjadi orang terkenal di kota itu.
Ia mengembalikan kamera yang dipinjamnya dan membeli kamera sendiri dengan uang simpanannya. Film-film kartun menjadi semakin populer. Walt Disney menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal sebesar $15.000. Ia mempekerjakan beberapa magang dan seorang salesman untuk mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City. Impiannya untuk mandiri menjadi kenyataan pada waktu ia baru berumur 20 tahun.
Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film untuk bekerja sendiri sepenuhnya. Tetapi sukses tidak terjadi dengan sendirinya. Biaya produksi tinggi dan sikap perfeksionis Walt Disney (yang membuat dia menanamkan kembali semua uang hasilnya untuk memperbaiki hasilnya), disamping pasaran yang sangat terbatas, segera mengakibatkan kebangkrutan.
Ini merupakan masa suram dalam hidupnya; ia telah beranggapan bahwa masa sulitnya akhirnya berlalu. Ia tidak beruang sedikitpun dan terpaksa tinggal di bengkel dengan makan dan tidur di sebuah bangku kecil, satu-satunya perabot yang dia miliki. Lebih jelek lagi, sekali seminggu ia harus pergi ke stasiun kereta api untuk mandi.
Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi untuk mendidik anak-anak pentingnya menyikat gigi. Pada suatu malam, dokter gigi yang memesan kartun ini datang menemuinya dan mengajak dia ke kantornya. “Tidak bisa,” jawab Disney. “Mengapa?” tanya dokter itu. “Karena saya tidak punya sepatu. Satu-satunya sepatuku ada di tempat tukang sepatu untuk direparasi, dan saya tidak punya uang untuk mengambilnya.”
Walaupun menghadapi keadaan yang serba menyusahkan. Walt Disney tidak putus asa. Ada sebuah gagasan di otaknya. Pada suatu malam bulan Juli 1923, dengan membawa semua uang di dalam saku baju setelan tuanya dari kain minyak berwarna abu-abu, pemuda kurus kering ini naik kereta api menuju Hollywood. Ia bertekad kuat untuk menjadi orang penting dalam dunia perfilman.
Ketika tiba di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu di antara banyak orang yang mengharapkan mewujudkan cita-citanya. Kakaknya Ray telah tinggal di California beberapa waktu lamanya, dan ia dengan senang hati mengundang adiknya tinggal di rumahnya. Walt mulai mengunjungi studio-studio film satu per satu. Ia bersedia bekerja apa saja asal ada hubunganya dengan berfilman.
Untuk maju dalam suatu bidang keahlian khusus, orang harus masuk ke dalamnya apa pun pengorbanannya. Disney segera menyadari betapa sulitnya masuk ke studio-studio film Hollywood. Banyak orang lain sebelum dia telah melamar kerja, tetapi ditolak. Walt Disney tidak menjadi patah semangat karenanya. Kalau ada orang lain yang berhasil masuk, mengapa ia tidak? Di matanya, ada dua macam orang: Mereka yang merasa kalah dan terlantar bila mereka tak dapat menemukan pekerjaan dan mereka yang dapat mencari penghasilan dengan cara apa pun dalam masa sulit. Disney selalu berusaha keras agar termasuk dalam golongan kedua.
Pengalaman mengajar dia bahwa orang harus sepenuhnya mengandalkan diri sendiri. Ia kembali ke papan gambar dengan kemauan keras untuk mencari tempat bagi dirinya. Ia menggambar film-film komik dengan maksud dijual kepada pengusaha bioskop. Ia hanya menggunakan kembali pengalaman yang sudah diperolehnya di Kansas City dengan Laugh-O-Grams. Ada seorang pemilik gedung bioskop yang begitu tertarik sehingga ia membeli berseri-seri film komik. Ia bahkan memesan rangkaian cerita Alice in Wonderland yang telah mulai dibuat oleh Walt Disney di Kansas. Kepada Disney ditawarkan uang $1.500. Jumlah sebesar itu jauh lebih besar daripada yang diharapkan. Rangkaian seri Alice in Wonderland ini diputar berurutan sampai tiga tahun. Dengan hasil penjualannya Walt Disney bisa membeli rumah dan bahkan membangun studio filmnya sendiri. Sesudah film-film Alice in Wonderland, Walt ingin menciptakan sesuatu yang baru dan yang benar-benar orisinil. Maka lahirlah makhluk kecil cerdik yang disebutnya “Mickey Mouse”, nama yang diberikan oleh istri Disney, Lillian Bounds. Mickey Mouse dengan cepat menjadi bintang tenar di seluruh dunia, dan bahkan lebih terkenal daripada banyak bintang Hollywood. Walaupun demikian, pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey dengan kurang bersemangat.
Kira-kira pada waktu itu, film berbicara mulai muncul dan orang mulai memboikot film bisu. Disney pun bereaksi. Dengan kelompok pembantunya, ia memperkenalkan suatu metode baru untuk mensikronkan suara dan animasi. Walt terus mencari teknik-teknik baru untuk memperbaiki kemahirannya. Ia menerapkan pula proses: “teknikolor” yang baru. Dengan teknik baru ini ia tidak perlu lagi menggunakan kombinasi dua warna. Dalam film Bambi, ia menggunakan 46 rona warna hijau untuk hutannya. Kartun berwarnanya yang pertama, Silly Symphony, membuat para penggemar film kegirangan.
Disney makin menyadari bahwa kalau ia mau terus berkarya dengan skala yang lebih besar, ia harus membangun suatu kelompok berotak cerdar, artinya ia harus mengelilingi dirinya dengan asisten-asisten orang pintar yang mampu menawarkan produk bermutu. Untuk memantapkan diri, kami tahu bahwa kami harus melatih sendiri para asisten.
Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Ia tahu bahwa satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar, ia memutuskan pada tahun 1930 untuk mendirikan sekolahnya sendiri, tempat ia akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Sekolah itu segera mulai tampak seperti kebun binatang. Soalnya, untuk membuat tokoh-tokoh kartunnya lebih realistic Disney telah mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi kehidupan nyata dengan berbagai binatang yang diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku dan sikapnya selagi tidur, jaga, makan, dan lain-lain. Pengamatan ini akan membantu dia pula untuk membuat film-film dokumenter tentang keajaiban alam pada waktu yang akan datang. Pada tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini ia membutuhkan waktu dua tahun penuh kerja keras. Film tersebut merupakan salah satu karya besarnya.
Tidak lama sesudah itu, ia membangun studio film modern di Burbank, California. Di tempat itu ia akan mempekerjakan sebanyak 1.500 orang. Sampai di situ ia tampaknya telah mencapai apa yang diimpikannya. Setahap demi tahap ia menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Saya hanya bekerja dengan baik kalau ada hambatanm yang harus kuatasi. Saya khawatir bila segala sesuatu berjalan dengan terlalu lancar karena saya takut terjadinya perubahan mendadak dalam situasi ini.
Setelah Perang Duinia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. Ia sering bekerja sampai larut malam. Konon, ia sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada keesokan harinya ia akan menyuruh aistennya untuk meneliti apa yang ditemukannya; katanya, potongan-potongan kertas ini sering kali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan kebanyakan film besarnya, antara lain Cinderella, Peter Pan dan Bambi.
Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Pada waktu itu, semua temannya, terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Sekali lagi, Disney akan menunjukkan bahwa impian manusia dapat menjadi kenyataan.
Gagasan menciptakan Disneyland muncul, ketika ia berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Ia membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Ketika Walt Disney akhirnya memutuskan untuk proyek tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya.
Disneyland akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada tahun 1955. Hari itu hari besar bagi Walt Disney. Ia berkata: Andaikata saya mendengarkan saya sendiri, tamanku ini tidak akan selesai. Inilah, akhirnya, sesuatu yang dapat saya sempurnakan terus-menerus. Pada tahun 1985, Disneyland menyambut pengunjungnya yang ke-250 juta. Ketika Walt Disney meninggal pada tahun 1966, bioskop kehilangan salah seorang penciptanya yang paling besar. Dua prinsip penting telah memotivasi seluruh hidupnya: melakukan apa yang dia nikmati dan percaya akan gagasan-gagasannya. Tanpa prinsip-prinsip ini, ia tak akan pernah menjadi Walt Disney yang besar: penerima 900 tanda kehormatan, 32 Oscar, lima Emmy, dan lima doktor honoris causa, perintis sejarah animasi dan salah seorang manusia terkaya di dunia. Ia telah mewujudkan impian-impiannya jauh melebihi harapannya yang paling muluk

Popularity: unranked [?]

Nexian Berry Gratis, Mumpung belum terlambat

Posted by basrul On October - 27 - 2009

Jempolan Numpang promo ah ! Siapa tau ada yang berminat.

Promo Nexian berry gratis yang di launch oleh T-Search oblong gak terasa sudah 1 bulan berjalan. Nah, bagi yang belum tau bisa liat promonya di posting promo Nexian Berry gratis disini. Alhamdulillah, tanggapan dari para customer lumayan positif, ini terbukti dengan order yang cukup banyak, sampe2 karyawan cukup kuwalahan ngejar dateline yang diminta. Tapi, lagi-lagi ini bicara pelayanan, mau-gak-mau, suka-gak-suka harus selesai tepat waktu. Iya toh ? ,,,,,,

Kali ini kita mau kasih pesen buat para pecinta kaos nih. Mumpung kesempatan untuk dapetin Nexian Berry ini masih ada, kayaknya BURUAN deh PESAN. Kesempatan menang masih besar koq. Kebetula T-Search oblong juga menerima order kaos satuan. Untuk daftar harga lihat disini.

Itu saja yang ingin kita sampaikan disini. Kepuasan customer adalah tujuan kami tentunya. Dan tunggu terus Promo-promo kami selanjutnya yang dijamin sangat menarik hadiah-hadiahnya.

Regards,

Basrul | General Manager

Popularity: unranked [?]

Stick at your own ways !

Posted by dina On October - 26 - 2009

own waySeseorang mulai berjualan ikan segar di pasar.
Ia memasang papan pengumuman bertuliskan: “DI SINI JUAL IKAN SEGAR.”

Tidak lama kemudian datang seorang pengunjung yang menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tuliskan kata ‘DI SINI’?
Bukankah orang sudah tahu kalau kau berjualan di sini, bukan di sana?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan,
lalu dihapusnya kata ‘DI SINI’ dan tinggallah “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau pakai ‘SEGAR’? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”"Benar juga,” pikir si penjual ikan,

 lalu dihapusnya kata ‘SEGAR’ dan tinggallah “JUAL IKAN”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tulis kata ‘JUAL’? Bukankah semua orang sudah tahukalau ikan ini dijual, bukan dipamerkan?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan,
lalu dihapusnya kata ‘JUAL’ dan tinggallah “IKAN”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung keempat yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tulis kata ‘IKAN’? Bukankah semua orang sudah tahukalau ini ikan, bukan daging?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Pojok Renungan:

Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan mendapatkan apa-apa

Popularity: unranked [?]

Suku dayak Iban???

Posted by dina On October - 24 - 2009

Semalem nonton tv terus smp pagi gara” susah tidur n kbetulan filmnya lg bagus”. Mulai The Covenant, The Craft n yg 1 lg gw gak tau judulnya krn gak nonton dari awal. Tapi filmnya lumayan bagus. Cerita ttg perwira Inggris yg jatuh cinta sm “sleeping dictionary”-nya. Busyet deh, rendah bgt yah martabat suku bgs. indonesia smp ada istilah & “profesi/fungsi?” kyk gitu. Crita cintanya sich lumayan cuma gw sebel ah sm istilah “sleeping dictionary” itu.

Btw, dulu gw pernah bikin paper tentang motif kain suku dayak Iban. Sedihnya gw kudu ngubek” perpustakaan FIB. Referensi buku keluaran Depdiknas ttg motif kain suku DayaK IBan boleh dibilang miskin bgt. Bahkan utk bwt paper gw aja gak cukup. Referensi yg lumayan lengkap malah dari Harvard & Oxford University. Hadooh mana tuh buku ga ada versi Bahasa Indonesianya lagih! Jadilah gw sebelum bikin resume kudu translate bukunya dulu.

N seingat gw suku Dayak Iban ini disebut suku terapung krn hidupnya lebih byk di atas air/perahu. Kenapa di filmnya banyakan di darat y?
Gw na yg error? apa susyah kali yah klo kudu syuting di air???
Atau jgn” tatut ma buaya kali tuh crew filmnya??? xixixi…
Ehmmmmmmmm…

Popularity: unranked [?]

Kebenaran yang terdzolimi

Posted by basrul On October - 22 - 2009

Kebenaran Siapa yang nggak pernah bercermin atau ngaca? Sadar gak, kalo kita ngaca, orang yang kita lihat dalam pantulan cermin itu adalah orang yang paling benar menurut kita?
Sebelum gw coba bahas mengenai sebuah kebenaran menurut sudut pandang gw, ada baiknya coba simak cerita ilustrasi berikut :

Ada seorang Bapak setengah baya yang hidup sebagai penjual buah-buahan di pengkolan kampung di Jakarta. Sebutlah Pak Juber. Kondisi keuangan keluarga Pak Juber memang sangat pas-pasan. Pak Juber dikenal sebagai orang yang sangat ulet bekerja, rajin ibadah serta sayang sama keluarga. Ia pun bertanggung jawab dan suka membantu tetangga. Kebetulan saat ini istri Pak Juber ini, Bu Rekmy sedang mengandung 8 bulan lebih. Yaaah bisa dikatakan hampir mendekati hari2 persalinan anaknya yang ke-3.

Nah ketika sampai hari dimana istrinya sudah harus melahirkan anaknya yang ke-3 ini. Di rumah sakit, Dokter yang mengurus Bu Rekmy memberitahukan bahwa proses persalinan harus dengan operasi Caesar, dikarenakan janin di dalam kandungan terlilit usus. Yang lebih mengagetkan, diperkirakan biaya operasi tersebut mencapai 7 juta rupiah. Tapi operasi harus dijalankan, istri dan anaknya harus terselamatkan. Life must go on.

Pak Juber bingung setengah mati memikirkan darimana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Saudaranya dikampung semua, tetangga tidak ada yang punya uang, harta benda tak ada yang bernilai. Ia stress hingga tak tau apa yang harus dilakukan.
Keesokan harinya ketika ia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Di sebuah komplek, didepan sebuah rumah mewah yang gerbangnya terbuka, ia melihat sebuah sepeda motor terparkir dengan kunci yang tetap tergantung di stangnya. Tanpa pikir panjang timbullah pemikiran untuk mencuri motor tersebut. Ia beranggapan, “Orang kaya ini, dicuri 1 motornya , dia gak bakalan miskin kan?. Lagian saya bener2 butuh duit buat biaya operasi istri saya”. Sialnya ketika ia sedang mendorong pelan-pelan motor tersebut keluar rumah, si yang punya motor melihatnya dan berteriak “MALIIIIING”. Sehingga seluruh orang komplek dan petugas keamanan menghampiri. Pak Juber habis dihakimi masa. Dipenjara dan seterusnya…….

Setiap orang selalu mempunyai alasan untuk dijadikan pembenaran sudut pandangnya. Gw gak akan bilang bahwa apa yang dilakukan Pak Juber pada ilustrasi di atas adalah tindakan yang benar. Kemudian, apakah kita juga harus mengesampingkan rasa kemanusiaan yang telah tuhan anugrahkan kepada kita yang notabene makhluk yang mempunyai hati nurani dengan menghakimi seorang Pak Juber sebagai seorang pencuri demi keselamatan anak dan istrinya ?
Life is a big drama. Seperti juga merujuk pada quotation yang pernah dilontarkan oleh Albert Einstein “Satu2-nya yang pasti di dunia ini adalah Ketidakpastian. Termasuk sebuah kebenaran yang sedang kita bahas disini. Terlepas dari benar atau salah tanggapan lo pada cerita ilustrasi di atas, gw coba ambil kesimpulan bahwa setiap orang mempunyai alasan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Minimal untuk dirinya sendiri. So, sudahkah kita menyertakan “kebenaran bagi orang lain” sebagai sebuah pengetahuan dalam mengambil segala keputusan dan berpikir positif ? Atau malah justru kita telah mendzolimi kebenaran dengan kakunya gaya berfikir kita yang hanya terpaku pada hal kita yakini saja tanpa memperdulikan juga keyakinan orang lain?

Popularity: unranked [?]