Thursday, July 29, 2010

Nabaz's Property

Our life, Our Passion & Our Dreams

Archive for the ‘culture’ Category

Suku dayak Iban???

Posted by dina On October - 24 - 2009

Semalem nonton tv terus smp pagi gara” susah tidur n kbetulan filmnya lg bagus”. Mulai The Covenant, The Craft n yg 1 lg gw gak tau judulnya krn gak nonton dari awal. Tapi filmnya lumayan bagus. Cerita ttg perwira Inggris yg jatuh cinta sm “sleeping dictionary”-nya. Busyet deh, rendah bgt yah martabat suku bgs. indonesia smp ada istilah & “profesi/fungsi?” kyk gitu. Crita cintanya sich lumayan cuma gw sebel ah sm istilah “sleeping dictionary” itu.

Btw, dulu gw pernah bikin paper tentang motif kain suku dayak Iban. Sedihnya gw kudu ngubek” perpustakaan FIB. Referensi buku keluaran Depdiknas ttg motif kain suku DayaK IBan boleh dibilang miskin bgt. Bahkan utk bwt paper gw aja gak cukup. Referensi yg lumayan lengkap malah dari Harvard & Oxford University. Hadooh mana tuh buku ga ada versi Bahasa Indonesianya lagih! Jadilah gw sebelum bikin resume kudu translate bukunya dulu.

N seingat gw suku Dayak Iban ini disebut suku terapung krn hidupnya lebih byk di atas air/perahu. Kenapa di filmnya banyakan di darat y?
Gw na yg error? apa susyah kali yah klo kudu syuting di air???
Atau jgn” tatut ma buaya kali tuh crew filmnya??? xixixi…
Ehmmmmmmmm…

Popularity: unranked [?]

Lukisan atau foto asli ya? Hebat !

Posted by basrul On September - 23 - 2009

1 Photos or paintings, you tell me?Iman Malekiwas lahir pada 1976 di Teheran, Iran. Dia telah menyukai seni lukis sejak ia masih kecil. Pada usia 15, ia mulai belajar melukis pada Murtadha Katouzian (pelukis realis terbesar Iran). Pada tahun 1999 ia lulus dari Desain Grafis Seni Universitas Teheran. Sejak 1998, ia telah berpartisipasi dalam beberapa pameran. Pada tahun 2000 ia menikah dan pada tahun berikutnya ia mendirikan Lukisan ARA Studio dan mulai mengajar melukis aliran klasik dan nilai-nilai tradisional.

Pameran paling penting yang telah ia ikuti adalah Pameran pelukis Realis Iran di Teheran Contemporary Museum of Art (1999) dan Pameran Kelompok  Studio Pelukis Kara sabz di Galeri SABZ (1998) dan di Istana Abad Sa’ad (2003 ). Pada tahun 2005, Iman  menerima penghargaan William Bouguereau dan Ketua Choice penghargaan di salon ARC internasional kedua kompetisi. Ini adalah beberapa koleksi lukisan-lukisan Iman Malekiwas yang hampir menyerupai foto atau gambar asli (foto)

photos or paintings1 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings2 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings3 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings4 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings5 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings6 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings7 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings8 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings9 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings10 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings11 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings12 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings13 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings14 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings15 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings16 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings17 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings18 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings19 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings20 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings21 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings22 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings23 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings24 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings25 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings26 Photos or paintings, you tell me?

photos or paintings27 Photos or paintings, you tell me?

Popularity: unranked [?]

FYI : Indonesia VS Malaysia

Posted by dina On September - 10 - 2009
Teman-teman sesama bangsa dan rakyat Indonesia, melalui note ini akan dijelaskan tentang pelurusan beberapa klaim budaya kita oleh negara lain dan juga budaya Indonesia yang ternyata sudah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) sebagai milik bangsa dan rakyat Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi klaim oleh negara tetangga kita, yakni Malaysia, terhadap beberapa budaya kita, seperti Wayang Kulit, Keris, Batik, Rasa Sayange, dan sebagainya.
Nah, sekarang Anda semua harus mengetahui bahwa persoalan-persoalan di atas sesungguhnya SUDAH SELESAI. Berikut ini penjelasannya:
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— –
1. WAYANG KULIT
UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah MENETAPKAN bahwa WAYANG KULIT adalah warisan budaya dunia yang BERASAL DARI INDONESIA.
sumber : http://www.facebook .com/l/;warta. pepadi.com/ ?p=32
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika mengungkapkan, sejak 7 November 2003 lalu Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
sumber : http://www.facebook .com/l/;wayangpr abu.com/2008/ 04/11/un. ..-budaya- dunia/
2. KERIS
United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) MENGUKUHKAN KERIS INDONESIA sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia. “Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 November 2005,” kata pendiri sekaligus Direktur Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka, Kamis (17/7).
sumber : http://www.facebook .com/l/;sains. kompas..com/ read/xml/ 20….warisan. dunia
3. BATIK
Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) DIPASTIKAN akan mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia ASLI INDONESIA pada Oktober 2009 mendatang di Perancis.
Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Tjetjep Suparman di Surakarta, Selasa (2/6/2009). “Butuh waktu tiga tahun untuk pengajuannya,� katanya. Sebelumnya, wayang dan keris juga telah mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO beberapa waktu lalu.
“Enam negara yang merupakan perwakilan dari UNESCO telah melakukan pengkajian terhadap budaya batik,� kata Tjetjep. Setelah melakukan kajian serta verifikasi selama tiga tahun, akhirnya terdapat pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya MILIK INDONESIA. “Penetapannya pada 28 September 2009 besok,� kata Tjetjep. Sedangkan pengukuhannya baru akan dilakukan pada 2 Oktober 2009 di Perancis.
sumber : http://www.facebook .com/l/;www. tempointeraktif. com/hg/nu. ..179499, id.html
Sementara itu, perusahaan swasta produsen film dokumenter asal Malaysia, yakni KRU Sdn. Bhd. telah membuat film berjudul “Batik”. Di situ dijelaskan bahwa batik Malaysia BERASAL DARI BATIK JAWA yang telah didesain menurut kultur Melayu di Malaysia. Begitu pula sejarah datangnya batik Jawa ke negara Malaysia.
sumber : http://www.facebook .com/l/;www. swarakita- manado.com/ inde…-tarian- pendet (baca bagian bawah)
Ada satu hal lagi yang lebih penting: MALAYSIA TIDAK PERNAH MEMATENKAN BATIK, karena BATIK MILIK INDONESIA. Yang dipatenkan oleh Malaysia HANYA MOTIF DAN CORAK, BUKAN BATIKNYA. “Kita sudah bicara dengan pihak budaya Malaysia dan mereka katakan tidak pernah patenkan batik. Yang dipatenkan motif dan coraknya,” kata Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Eka A Suripto, Jumat (16/11/2007) . Eka mengaku sudah melihat motif atau corak yang dipatenkan Malaysia dan bentuknya berbeda. “Motif Malaysia itu jarang. Kecuali kalau kita bisa buktikan. Dia tidak berani memakai motif batik Solo atau Pekalongan,” imbuhnya.
sumber : http://www.facebook .com/l/;www. detiknews. .com/read/ 2007/…enkan- malaysia
Walaupun meskipun Malaysia tidak mematenkan batik, pemerintah RI tetap HARUS MEMATENKAN BATIK ke UNESCO – PBB untuk mengantisipasi adanya klaim batik oleh negara asing di masa-masa mendatang. Dan penetapan maupun pengukuhannya insya Allah akan dilakukan pada tanggal 28 September 2009 dan 2 Oktober 2009 di Paris, Perancis.
4. RASA SAYANGE
Pemerintah Malaysia akhirnya menyerah soal polemik lagu Rasa Sayange. Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Rais Yatim telah bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Dalam pertemuan itu, MALAYSIA MENGAKUI BAHWA LAGU RASA SAYANGE ADALAH MILIK INDONESIA.
Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Dharma Oratmangun mengatakan, dalam kunjungan ke Malaysia, lahir kesepahaman antara Jero Wacik dan Rais Yatim. “Persoalan lagu Rasa Sayange selesai. Secara de facto, Malaysia mengakui itu milik Indonesia,” kata Dharma pada tanggal 12 November 2007.
sumber : http://www.facebook .com/l/;www. kabarindonesia. com/berita. ..20071113155019
5. REOG PONOROGO
Pemerintah Malaysia akhirnya MENGAKUI BAHWA REOG PONOROGO ADALAH MILIK INDONESIA. Tetapi, memang kebudayaan tersebut telah disebarkan di Johor dan Selangor oleh masyarakat Ponorogo yang tinggal di Malaysia sejak bertahun-tahun lalu.
“Reog tetap masih MILIK BANGSA INDONESIA,” ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mohammad Zin dari atas mobil pengeras suara milik pendemo, di depan Kantor Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 29 November 2007.
Zainal yang mengenakan baju koko berwarna biru itu, juga menegaskan sejarah berkembangnya Reog Ponorogo yang di Malaysia disebut sebagai Tarian Barongan.
“Sejarahnya rakyat Ponorogo pernah hijrah ke Johor dan Selangor. Anak cucu dari rakyat ini mengembangkan kebudayaan Reog Ponorogo yang mereka bawa dari Ponorogo. Namun, tetap saja asal-usul budaya ini tetap MILIK BANGSA INDONESIA,” paparnya.
Sumber :
http://www.facebook .com/l/;news. okezone.com/ read/2007/ 11…ilik- indonesia
http://www.facebook .com/l/;www. mujahidinfm. com/allberita. php?noberita= 339
6. TARI PENDET
Perlu diketahui di sini bahwa pemerintah Kerajaan Malaysia TIDAK PERNAH MENGKLAIM Tari Pendet sebagai budaya asal negara tersebut. Iklan pariwisata Malaysia yang menampilkan Tari Pendet adalah DIBUAT OLEH SWASTA, yakni Discovery Channel yang berbasis di Singapura. Discovery Channel Singapore pun tidak memiliki relasi apapun dengan pemerintah Diraja Malaysia.
Discovery Channel Singapore pun sudah meminta maaf atas kelalaian tersebut dan menyatakan dengan jelas bahwa TARI PENDET ADALAH MILIK INDONESIA, BUKAN MILIK MALAYSIA.
Dengan demikian, Tari Pendet yang muncul di film promosi Enigmatic Malaysia bukanlah promosi wisata Malaysia. Bukan juga diproduksi dan didanai oleh kementerian pariwisata, kementerian kebudayaan Malaysia atau PH Malaysia, tapi dibuat oleh Discovery Channel yang berbasis di Singapura.
DC Asia Inc pun sudah mengakui bahwa kesalahan ada di staf bagian promosi mereka. DC Asia Inc pun sudah menyatakan permohonan maaf atas kesalahan itu kepada kementerian pariwisata Indonesia.
Tuduhan Malaysia telah mengklaim tari Pendet Bali itu tidak benar. Dan DC menyatakan tari Pendet itu milik Malaysia juga tidak benar, yang benar tari Pendet itu memang milik Indonesia dan Bali.
sumber : http://www.facebook .com/l/;www. swarakita- manado.com/ inde…-tarian- pendet
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— –
Demikian pelurusan beberapa budaya ASLI INDONESIA yang problematikanya SUDAH SELESAI DAN DIAKUI SECARA RESMI OLEH DUNIA INTERNASIONAL. Jadi, hal-hal yang sudah selesai tidak perlu diungkit-ungkit kembali agar tidak terjadi konflik-konflik yang tidak perlu.
Sementara itu, jika masih ada klaim-klaim kebudayaan Indonesia oleh negara asing, harus segera diselesaikan dan tunjukkan bukti-bukti yang sangat kuat bahwa budaya tersebut adalah milik Indonesia. Lalu ajukan kepada PBB agar legalitas pengakuan internasionalnya semakin kuat. Tidak perlu menggunakan cara-cara kekerasan maupun kekasaran dalam menyikapi hal ini. Biarpun jiwa berkobar-kobar dan berapi-api membela hak milik bangsa Indonesia, tetapi biarkanlah otak kita tetap sejuk agar tujuan mulia kita tercapai. Insya Allah.
Saran terakhir, untuk menjaga legalitas kebudayaan Indonesia, mari kita berjuang melestarikannya dari hal-hal yang terkecil. Untuk pemerintah Republik Indonesia, segera inventarisasi dan daftarkan SELURUH kekayaan budaya kita kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam hal ini UNESCO.
Satu hal lagi: TUNJUKKAN PADA DUNIA BAHWA INDONESIA ADALAH BANGSA BESAR YANG BERADAB DAN MEMILIKI INTELIGENSI YANG TINGGI!
INDONESIA – KENALI DAN CINTAI!
MAJU TERUS INDONESIA RAYA!!! MERDEKA!!!
indo vs malayTeman-teman sesama bangsa dan rakyat Indonesia, melalui note ini akan dijelaskan tentang pelurusan beberapa klaim budaya kita oleh negara lain dan juga budaya Indonesia yang ternyata sudah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) sebagai milik bangsa dan rakyat Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi klaim oleh negara tetangga kita, yakni Malaysia, terhadap beberapa budaya kita, seperti Wayang Kulit, Keris, Batik, Rasa Sayange, dan sebagainya.
Nah, sekarang Anda semua harus mengetahui bahwa persoalan-persoalan di atas sesungguhnya SUDAH SELESAI. Berikut ini penjelasannya:
1. WAYANG KULIT
UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah MENETAPKAN bahwa WAYANG KULIT adalah warisan budaya dunia yang BERASAL DARI INDONESIA.
sumber : http://www.facebook .com/l/;warta. pepadi.com/ ?p=32
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika mengungkapkan, sejak 7 November 2003 lalu Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
2. KERIS
United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) MENGUKUHKAN KERIS INDONESIA sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia. “Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 November 2005,” kata pendiri sekaligus Direktur Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka, Kamis (17/7).
3. BATIK
Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) DIPASTIKAN akan mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia ASLI INDONESIA pada Oktober 2009 mendatang di Perancis.
Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Tjetjep Suparman di Surakarta, Selasa (2/6/2009). Butuh waktu tiga tahun untuk pengajuannya,katanya. Sebelumnya, wayang dan keris juga telah mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO beberapa waktu lalu.
Enam negara yang merupakan perwakilan dari UNESCO telah melakukan pengkajian terhadap budaya batik, kata Tjetjep. Setelah melakukan kajian serta verifikasi selama tiga tahun, akhirnya terdapat pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya MILIK INDONESIA. Penetapannya pada 28 September 2009 besok,kata Tjetjep. Sedangkan pengukuhannya baru akan dilakukan pada 2 Oktober 2009 di Perancis.
Sementara itu, perusahaan swasta produsen film dokumenter asal Malaysia, yakni KRU Sdn. Bhd. telah membuat film berjudul “Batik”. Di situ dijelaskan bahwa batik Malaysia BERASAL DARI BATIK JAWA yang telah didesain menurut kultur Melayu di Malaysia. Begitu pula sejarah datangnya batik Jawa ke negara Malaysia.
Ada satu hal lagi yang lebih penting: MALAYSIA TIDAK PERNAH MEMATENKAN BATIK, karena BATIK MILIK INDONESIA. Yang dipatenkan oleh Malaysia HANYA MOTIF DAN CORAK, BUKAN BATIKNYA. “Kita sudah bicara dengan pihak budaya Malaysia dan mereka katakan tidak pernah patenkan batik. Yang dipatenkan motif dan coraknya,” kata Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Eka A Suripto, Jumat (16/11/2007) . Eka mengaku sudah melihat motif atau corak yang dipatenkan Malaysia dan bentuknya berbeda. “Motif Malaysia itu jarang. Kecuali kalau kita bisa buktikan. Dia tidak berani memakai motif batik Solo atau Pekalongan,” imbuhnya.
Walaupun meskipun Malaysia tidak mematenkan batik, pemerintah RI tetap HARUS MEMATENKAN BATIK ke UNESCO – PBB untuk mengantisipasi adanya klaim batik oleh negara asing di masa-masa mendatang. Dan penetapan maupun pengukuhannya insya Allah akan dilakukan pada tanggal 28 September 2009 dan 2 Oktober 2009 di Paris, Perancis.
4. LAGU RASA SAYANGE
Pemerintah Malaysia akhirnya menyerah soal polemik lagu Rasa Sayange. Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Rais Yatim telah bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Dalam pertemuan itu, MALAYSIA MENGAKUI BAHWA LAGU RASA SAYANGE ADALAH MILIK INDONESIA.
Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Dharma Oratmangun mengatakan, dalam kunjungan ke Malaysia, lahir kesepahaman antara Jero Wacik dan Rais Yatim. “Persoalan lagu Rasa Sayange selesai. Secara de facto, Malaysia mengakui itu milik Indonesia,” kata Dharma pada tanggal 12 November 2007.
5. REOG PONOROGO
Pemerintah Malaysia akhirnya MENGAKUI BAHWA REOG PONOROGO ADALAH MILIK INDONESIA. Tetapi, memang kebudayaan tersebut telah disebarkan di Johor dan Selangor oleh masyarakat Ponorogo yang tinggal di Malaysia sejak bertahun-tahun lalu.
“Reog tetap masih MILIK BANGSA INDONESIA,” ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mohammad Zin dari atas mobil pengeras suara milik pendemo, di depan Kantor Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 29 November 2007.
Zainal yang mengenakan baju koko berwarna biru itu, juga menegaskan sejarah berkembangnya Reog Ponorogo yang di Malaysia disebut sebagai Tarian Barongan.
“Sejarahnya rakyat Ponorogo pernah hijrah ke Johor dan Selangor. Anak cucu dari rakyat ini mengembangkan kebudayaan Reog Ponorogo yang mereka bawa dari Ponorogo. Namun, tetap saja asal-usul budaya ini tetap MILIK BANGSA INDONESIA,” paparnya.
6. TARI PENDET
Perlu diketahui di sini bahwa pemerintah Kerajaan Malaysia TIDAK PERNAH MENGKLAIM Tari Pendet sebagai budaya asal negara tersebut. Iklan pariwisata Malaysia yang menampilkan Tari Pendet adalah DIBUAT OLEH SWASTA, yakni Discovery Channel yang berbasis di Singapura. Discovery Channel Singapore pun tidak memiliki relasi apapun dengan pemerintah Diraja Malaysia.
Discovery Channel Singapore pun sudah meminta maaf atas kelalaian tersebut dan menyatakan dengan jelas bahwa TARI PENDET ADALAH MILIK INDONESIA, BUKAN MILIK MALAYSIA.
Dengan demikian, Tari Pendet yang muncul di film promosi Enigmatic Malaysia bukanlah promosi wisata Malaysia. Bukan juga diproduksi dan didanai oleh kementerian pariwisata, kementerian kebudayaan Malaysia atau PH Malaysia, tapi dibuat oleh Discovery Channel yang berbasis di Singapura.
DC Asia Inc pun sudah mengakui bahwa kesalahan ada di staf bagian promosi mereka. DC Asia Inc pun sudah menyatakan permohonan maaf atas kesalahan itu kepada kementerian pariwisata Indonesia.
Tuduhan Malaysia telah mengklaim tari Pendet Bali itu tidak benar. Dan DC menyatakan tari Pendet itu milik Malaysia juga tidak benar, yang benar tari Pendet itu memang milik Indonesia dan Bali.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Demikian pelurusan beberapa budaya ASLI INDONESIA yang problematikanya SUDAH SELESAI DAN DIAKUI SECARA RESMI OLEH DUNIA INTERNASIONAL. Jadi, hal-hal yang sudah selesai tidak perlu diungkit-ungkit kembali agar tidak terjadi konflik-konflik yang tidak perlu.
Sementara itu, jika masih ada klaim-klaim kebudayaan Indonesia oleh negara asing, harus segera diselesaikan dan tunjukkan bukti-bukti yang sangat kuat bahwa budaya tersebut adalah milik Indonesia. Lalu ajukan kepada PBB agar legalitas pengakuan internasionalnya semakin kuat. Tidak perlu menggunakan cara-cara kekerasan maupun kekasaran dalam menyikapi hal ini. Biarpun jiwa berkobar-kobar dan berapi-api membela hak milik bangsa Indonesia, tetapi biarkanlah otak kita tetap sejuk agar tujuan mulia kita tercapai. Insya Allah.
Saran terakhir, untuk menjaga legalitas kebudayaan Indonesia, mari kita berjuang melestarikannya dari hal-hal yang terkecil. Untuk pemerintah Republik Indonesia, segera inventarisasi dan daftarkan SELURUH kekayaan budaya kita kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam hal ini UNESCO.
Satu hal lagi: TUNJUKKAN PADA DUNIA BAHWA INDONESIA ADALAH BANGSA BESAR YANG BERADAB DAN MEMILIKI INTELIGENSI YANG TINGGI!
INDONESIA – KENALI DAN CINTAI!
MAJU TERUS INDONESIA RAYA!!! MERDEKA!!!

Popularity: unranked [?]

Puisi “Suara Hati Anak Pantai”

Posted by dina On August - 19 - 2009

baliBang Rhoma yang saya hormati….

Jangan salah kan turis pakai bikini

Mereka mencari matahari

Di pantai kebanggaan negeri ini

Untuk itu tolong pahami

Tak mungkin berjemur pakai dasi Read the rest of this entry »

Popularity: 30% [?]

Definition of deaf culture

Posted by basrul On August - 1 - 2009

Deaf culture Deaf culture. What is it? First, we have to look at the definition of culture in general — patterns, traits, products, attitudes, and intellectual/artistic activity associated with a population.

Based on this definition, the deaf community can be said to have its own unique culture. Deaf and hard of hearing people produce plays, books, artwork, magazines, and movies targeted at deaf and hard of hearing audiences. In addition, the deaf community engages in social and political activities exclusive to the deaf community. American deaf culture is a living, growing, changing thing as new activities are developed and the output of intellectual works increases.

Deaf culture is a term applied to the social movement that holds deafness to be a difference in human experience rather than a disability. When used in the cultural sense, the word deaf is very often capitalized in writing, and referred to as “big D Deaf” in speech.

Big D Deaf communities do not automatically include all those who are clinically or legally deaf, nor do they exclude all hearing people. According to Anna Mindess, “it is not the extent of hearing loss that defines a member of the Deaf community but the individual’s own sense of identity and resultant actions.” As with all social groups that a person chooses to belong to, a person is a member of the Deaf community if he or she “identifies him/herself as a member of the Deaf community, and other members accept that person as a part of the community.”

The Deaf community typically includes individuals who communicate via signed languages, individuals who attended schools for the deaf, children of deaf parents, and sign language interpreters. Deaf communities also often possess social and cultural norms that are distinct from those of surrounding hearing communities.

To know more about deaf culture you can see here.

Popularity: 2% [?]

Do you know about april fools day history ?

Posted by basrul On July - 30 - 2009

april fools day history The April Fools  Day history or All Fool’s Day is uncertain, but the current thinking is that it began around 1582 in France with the reform of the calendar under Charles IX. The Gregorian Calendar was introduced, and New Year’s Day was moved from March 25 – April 1 (new year’s week) to January 1.

Communication traveled slowly in those days and some people were only informed of the change several years later. Still others, who were more rebellious refused to acknowledge the change and continued to celebrate on the last day of the former celebration, April 1. These people were labeled “fools” by the general populace, were subject to ridicule and sent on “fool errands,” sent invitations to nonexistent parties and had other practical jokes played upon them. The butts of these pranks became known as a “poisson d’avril” or “April fish” because a young naive fish is easily caught. In addition, one common practice was to hook a paper fish on the back of someone as a joke. April Fools Day history was beginning.

This harassment evolved over time and a custom of prank-playing continue on the first day of April. This tradition eventually spread elsewhere like to Britain and Scotland in the 18th century and was introduced to the American colonies by the English and the French. Because of this spread to other countries, April Fool’s Day has taken on an international flavor with each country celebrating the holiday in its own way.

In Scotland, for instance, April Fool’s Day is devoted to spoofs involving the buttocks and as such is called Taily Day. The butts of these jokes are known as April ‘Gowk’, another name for cuckoo bird. The origins of the “Kick Me” sign can be traced back to the Scottish observance.

In England, jokes are played only in the morning. Fools are called ‘gobs’ or ‘gobby’ and the victim of a joke is called a ‘noodle.’ It was considered back luck to play a practical joke on someone after noon. but do they know about April Fools Day history ?

In Rome, the holiday is known as Festival of Hilaria, celebrating the resurrection of the god Attis, is on March 25 and is also referred to as “Roman Laughing Day.”

In Portugal, April Fool’s Day falls on the Sunday and Monday before lent. In this celebration, many people throw flour at their friends.

The Huli Festival is celebrated on March 31 in India. People play jokes on one another and smear colors on one another celebrating the arrival of Spring.

So, no matter where you happen to be in the world on April 1, don’t be surprised if April fools fall playfully upon you. Yaaaa,,,, impact of April Fools Day history so obvious.

Popularity: 2% [?]