Friday, September 3, 2010

Nabaz's Property

Our life, Our Passion & Our Dreams

Archive for the ‘life thoughts’ Category

Emas Dua Bersaudara

Posted by dina On January - 27 - 2010

Ketika California dilanda demam emas, tersebut kisah dua bersaudara yang menjual semua harta mereka untuk ikut mengadu nasib di wilayah yang baru dibuka tersebut. Mereka berhasil menemukan tempat yang bagus dan bekerja dengan keras untuk menemukan emas pertama mereka. Kelihatannya semua berjalan lancar sesuai rencana ketika mereka menemukan emas. Tetapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja, sumber emas mereka habis. Mereka berusaha menggali lebih dalam lagi, tetapi tetap tidak menemukan lagi biji emas. Putus asa dan menyerah, mereka memutuskan meninggalkan tempat tersebut. Mereka menjual tempat mereka, peralatan mereka, dan dengan sisa uang yang mereka miliki, naik kereta api meninggalkan daerah tersebut. Pemilik baru menyewa seorang insinyur untuk memeriksa struktur tanah. Insinyur meminta agar digali lebih dalam lagi. Sedikit lebih dalam. Tak lama kemudian, ditemukan sumber biji mas yang sangat banyak, lebih banyak dari yang pernah diimpikan kedua bersaudara tersebut. Hanya dengan sedikit ketekunan dan semangat pantang menyerah, kedua bersaudara tersebut mestinya bisa menjadi kaya raya. Kembali ke kita sendiri, bagaimana dengan ladang emas kita? Sudahkan kita cukup tekun menggalinya?

Popularity: 2% [?]

FOIE GRAS

Posted by dina On November - 17 - 2009

Foie Grass artinya “Hati Tambun” .

Ini adalah menu yang sangat sangat mewah, berasal dari Perancis. Tapi rupanya bahan makanan ini didapat dengan memberi makan angsa SECARA BERLEBIHAN supaya angsa mempunyai PENYAKIT PEMBENGKAKAN HATI. Marilah kita lihat asal dari masakan yang indah tersebut.

dpaksa makandpaksa makan2

Angsa-angsa ini dipaksa makan … meskipun sudah muak Pipa besi dimasukkan lewat kerongkongan ke perut … walaupun angsa itu tidak ingin makan apa pun Untuk membuat hatinya membesar dan tambun

kandang smpit

Angsa dimasukkan dalam kandang sempit, yang memaksa mereka tidak bisa berputar atau menggerakkan tubuhnya. Kaki mereka bengkak karena berdiri setiap hari. Tidak bisa tidur karena mereka selalu ditangkap, dipaksa untuk makan. Walaupun berontak dan mempertahankan diri, tapi itu tidak berguna.

mati

Begitu menyedihkan kehidupan seperti ini … Mereka dipaksa makan sampai mati atau tidak bisa berdiri lagi Anda lihat … dari mulut mereka meluap keluar makanan Yang bisa bertahan menderita peradangan anus … darah mengalir keluar dengan mudah ——

*Tidak hanya mulut disakiti, kerongkongan disakiti, setiap waktu perut diisi makanan, bengkak kedua kakinya, tidak tidur, tidak bisa bergerak – juga kehilangan kebebasan hidup melihat langit atau aliran sungai*

Untuk bisa didapatkan sebuah hati yang putih dan indah seperti ini Seperti hati dalam kaleng yang diimpor dari Perancis.

foie grassfoiegrass in can

Popularity: unranked [?]

Pinjaman Bernilai 86.400 Detik

Posted by dina On October - 31 - 2009

time is moneyAndai saja setiap pagi bank memberi Anda pinjaman uang sebesar Rp.86.400,- dan Anda diberi kebebasan untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan?

Memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya manfaatkan untuk apa saja.

Artikel singkat yang belum lama ini beredar di sebuah milis mengungkapkan bahwa kita semua memiliki bank seperti itu, yaitu ‘waktu’. Setiap pagi, ia (waktu) akan memberi Anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga.

Tidak ada tambahan dan tidak ada ‘uang muka’ untuk pinjaman esok harinya. Jadi gunakan waktu Anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.

Agar tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu sebulan, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayinya secara prematur.

Agar tahu pentingnya waktu sehari, tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan pada hari ini.

Agar tahu pentingnya waktu semenit, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu satu mili detik, tanyakan pada paeraih medali perak cabang renang di olimpiade.

Jika tahu jawabnya, Anda akan merasakan betapa berharganya 86.400 detik yang alam semesta berikan kepada kita secara gratis namun selama ini kita sia-siakan.

Popularity: unranked [?]

Stick at your own ways !

Posted by dina On October - 26 - 2009

own waySeseorang mulai berjualan ikan segar di pasar.
Ia memasang papan pengumuman bertuliskan: “DI SINI JUAL IKAN SEGAR.”

Tidak lama kemudian datang seorang pengunjung yang menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tuliskan kata ‘DI SINI’?
Bukankah orang sudah tahu kalau kau berjualan di sini, bukan di sana?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan,
lalu dihapusnya kata ‘DI SINI’ dan tinggallah “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau pakai ‘SEGAR’? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”"Benar juga,” pikir si penjual ikan,

 lalu dihapusnya kata ‘SEGAR’ dan tinggallah “JUAL IKAN”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tulis kata ‘JUAL’? Bukankah semua orang sudah tahukalau ikan ini dijual, bukan dipamerkan?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan,
lalu dihapusnya kata ‘JUAL’ dan tinggallah “IKAN”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung keempat yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tulis kata ‘IKAN’? Bukankah semua orang sudah tahukalau ini ikan, bukan daging?”
“Benar juga,” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Pojok Renungan:

Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan mendapatkan apa-apa

Popularity: unranked [?]

Indahnya cinta…

Posted by dina On October - 8 - 2009

nu yearPagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk,mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.Saya merasa kasihan. 

Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. 

Lelaki tua itu menjawab tidak. Dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Saya sangat terkejut dan berkata, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia ‘kan?”.

Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding.

Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi,yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: 

Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki .

“Wish we could love each other like that until we grow old together”

Popularity: unranked [?]

“Don’t judge a book from it’s cover”

Posted by dina On September - 28 - 2009
“Don’t judge a book from it’s cover”
Sering kita mendengar istilah itu & sekedar tahu apa artinya tanpa berusaha menelaah lebih dalam makna dari ekspresi
itu & kenapa ekspresi itu lahir. Everything happends or created for a reason, right?

Read the rest of this entry »

Popularity: unranked [?]