Ketika California dilanda demam emas, tersebut kisah dua bersaudara yang menjual semua harta mereka untuk ikut mengadu nasib di wilayah yang baru dibuka tersebut. Mereka berhasil menemukan tempat yang bagus dan bekerja dengan keras untuk menemukan emas pertama mereka. Kelihatannya semua berjalan lancar sesuai rencana ketika mereka menemukan emas. Tetapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja, sumber emas mereka habis. Mereka berusaha menggali lebih dalam lagi, tetapi tetap tidak menemukan lagi biji emas. Putus asa dan menyerah, mereka memutuskan meninggalkan tempat tersebut. Mereka menjual tempat mereka, peralatan mereka, dan dengan sisa uang yang mereka miliki, naik kereta api meninggalkan daerah tersebut. Pemilik baru menyewa seorang insinyur untuk memeriksa struktur tanah. Insinyur meminta agar digali lebih dalam lagi. Sedikit lebih dalam. Tak lama kemudian, ditemukan sumber biji mas yang sangat banyak, lebih banyak dari yang pernah diimpikan kedua bersaudara tersebut. Hanya dengan sedikit ketekunan dan semangat pantang menyerah, kedua bersaudara tersebut mestinya bisa menjadi kaya raya. Kembali ke kita sendiri, bagaimana dengan ladang emas kita? Sudahkan kita cukup tekun menggalinya?
Popularity: 2% [?]






Andai saja setiap pagi bank memberi Anda pinjaman uang sebesar Rp.86.400,- dan Anda diberi kebebasan untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan?
Seseorang mulai berjualan ikan segar di pasar.
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk,mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.Saya merasa kasihan. 